Thursday, December 29, 2011

Ilmuan Mengeksplorasi Siput Laut Untuk Meningkatkan Daya Ingatan


 JurnalScience – Upaya bertahun tahun para peneliti untuk membantu sebagian orang yang mempunyai gangguan dengan daya ingatan, kini sedikit dibantu oleh spesies siput laut yang juga dikenal dengan nama latin Aplysia Californica. Moluska yang digunakan dalam penelitian ini, digunakan peneliti untuk mempelajari bagian otak, dimana banyak memiliki kesamaan dengan spesies lain termasuk juga manusia.

Penelitian ini telah memberikan kontribusi untuk bisa memahami pembelajaran dan memori. Ahli syaraf di The University of Texas Health Science Center, menggunakan model hewan untuk menguji strategi pembelajaran inovatif yang dirancang untuk membantu meningkatkan  daya ingat otak dan hasil yang di dapat dari kerja keras ini sangat menggembirakan. Hal ini pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang  memiliki gangguna daya ingatan yang sebagai akibat dari penuaan, stroke, trauma di otak dan gangguan kognitif bawaan. Penelitian ini di terbitkan Online di Nature Neuroscience pada tanggal 25 Desember, langkah-langkah selanjutnya pada penelitian ini akan melakukan pengujian pada model hewan dan pada akhirnya pada manusia.

Strategi ini digunakan untuk mengidentifikasi saat-saat ketika otak prima untuk menerima pembelajaran, yang pada gilirannya memfasilitasi penjadwalan sese belajar selama periode puncak. Hasilnya adalah peningkatan yang signifikan dalam memori otak.

“ Kami menemukan bahwa ada peningkatan daya ingat yang lumayan,” kata Jhon H.”Jack” Byrne, Ph.D., penulis senior dan ketua Departemen Neurobiologi dan Anatomi di Sekolah Kedokteran UTHealthy. Kerangka awal pada penelitian sebelumnya dimana protein yang diidentifikasi terkait dengan memori, sehingga peneliti menciptakan model matematika yang memberitahukan peneliti waktu kegiatan protein ini diselaraskan untuk pengalaman belajar yang baik.

Sekarang, sesi penjadwalan pembelajaran berdasarkan trial and error dan dan mungkin ini agak sewenang-wenang. Jika model ini terbukti efektif dalam tindak lanjut penelitian, dengan demikian bisa digunakan untuk mengindentifikasi priode ketika waktu potensi yang tinggi untuk belajar.

"Ketika Anda memberi sesi pelatihan, Anda memulai beberapa reaksi kimia yang berbeda Jika Anda memberikan sesi lain, Anda mendapatkan efek tambahan.. Idenya adalah untuk mendapatkan sesi sinkron," kata Byrne. "Kami telah mengembangkan cara untuk menyesuaikan sesi pelatihan sehingga mereka disetel dengan dinamika proses biokimia."

Untuk mengkonfirmasi temuan mereka, para peneliti menganalisis sel-sel saraf di otak siput dan menemukan aktivitas yang lebih besar ketika peningkatan jadwal pelatihan, kata Byrne, Juni dan Virgil Ketua Waggoner Neurobiologi dan Anatomi di UTHealth.

"Studi ini menunjukkan kelayakan menggunakan metode komputasi untuk membantu dalam desain jadwal pelatihan yang meningkatkan daya ingat," kata Byrne.

Sumber: UTHOUSTON

Sumber Referensi : "Computational Design of Enhanced Learning Protocols"
http://jurnalsecience.blogspot.com/atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=500

No comments:

Post a Comment

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...