Wednesday, January 18, 2012

Atap Rumah dengan Cat Putih Mengurangi Pemanasan Global

Artikel ini mungkin telah populer sejak Desember 2011, tetapi untuk lebih menggaungkan kampanye penggunaan atap berwarna putih maka saya kembali membuat tulisan tersebut demi untuk penyelamatan lingkungan 
 
Warna atap rumah biasanya berwarna merah bata, biru, hitam, hijau tua, dan lain-lain. Sangat jarang kita melihat atap berwarna putih. Untuk bangunan dengan dak pun biasa mengikuti warna semen yaitu abu-abu. Ternyata untuk kita yang tinggal di daerah tropis dan panas, atap berwarna putih akan jauh lebih bermanfaat. Permukaan atap menutupi rata-rata 25% dari seluruh permukaan kota. Sedangkan jalanan menutupi sekitar 35% dari seluruh permukaan kota. Menurut penelitian dari Hashem Akbari, seorang peneliti dari Heat Island Group, bila 100 kota didunia mengganti atap dengan warna putih, dan juga jalanan dengan bahan yang lebih memantulkan cahaya, seperti jalan beton dibandingkan jalan aspal, maka efek pendinginan global yang dihasilkan akan sangat besar. khusus untuk penggunaan atap berwarna hitam : atap berwarna hitam dapat menambah panas suhu di permukaan atap. (itu karena seperti apa yang dulu kita pelajari di sekolah, bahwa warna hitam dapat menyerap kalor (panas) lebih banyak di bandingkan warna putih. hal itu akan mengakibatkan meningkatnya juga suhu di dalam ruangan. Untuk mengurangi hawa panas tersebut, mungkin cara yang paling murah adalah dengan mengecat atap menggunakan cat berwarna putih. hal ini karena atap berwarna putih bisa memantulkan sinar ultraviolet lebih banyak di bandingkan warna gelap seperti warna hitam, dan dapat mengurangi transfer hawa panas kedalam ruangan. Negara bagian California sudah mengharuskan semua bangunan baru sejak tahun 2005, menggunakan atap berwarna putih, untuk permukaan atap yang rata maupun menurun Penerapan atap berwarna putih ini, selain bisa menghemat energi dan uang, hal ini juga dapat sedikit membantu dalam proses penyelamatan lingkungan Memang tampaknya aneh jika kita tiba-tiba mengganti cat atap rumah kita menjadi putih, tapi sebagai seorang yang telah memahami tentang efek pemanasan glogal. Ayo kita terapkan ini




Artikel Terkait :

1.  Perangi Pemanasan Global dengan Atap Putih  

Friday, January 13, 2012

Robot Berbentuk Bola Bisa Terbang Dengan Kecepatan 60 KM per Jam

Seorang ilmuwan Jepang baru saja menciptakan sebuah alat dengan desain yang revolusioner. Para peneliti yang bekerja untuk departemen pertahanan Jepang tersebut berhasil menciptakan sebuah alat berbentuk bola yang dapat terbang.
Penciptaan robot berbentuk bola tersebut terbilang sangat mutakhir. Robot ini dapat melaju dengan kecepatan 60 km/jam. Robot ini memiliki bobot 350 gram dengan diamter 42 sentimeter.
Biaya penciptaan robot tersebut pun terbilang murah. Hampir sebagian besar bagian-bagiannya terbuat dari barang bekas. Total biaya pembuatannya mencapai 1400 USD atau sekitar 12 juta rupiah



Daftar Link Lain yang Terkait :

1. Berita Teknologi 
2. Teknologi Robot
3. Perkembangan Teknologi Robot


Atmosfir Tercemar Mercuri

JurnalScience – Demi untuk mengehar kekayaan dan energi , selama kurun waktu 5000 tahun terakhir ini, manusia telah melepaskan lebih dari 385.000 ton merkuri ke lingkungan.ini merupakan sebuah masalah untuk kesehatan, menurut sebuah studi baru yang menantang gagasan bahwa pelebasan logam di lingkungan mengalami penurunan. Laporan ini muncul untuk pertama kalinya di ACS Jurnal Lingkungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

David dan rekannya menjelaskan bahwa manusia telah memasukkan merkuri ke atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil dan melalui penambangan dan proses industri. Merkuri terdapat di dalam batubara dan Orc yang digunakan untuk mengekstrak emas dan perak. Ada banyak informasi tentang rilis terbaru dari merkuri, tetapi hanya sedikit informasi tentang pencemaran pada era dahulu. Untuk mengetahui berapa banyak orang memiliki dampak selama berabad abad itu, para ilmuan melakukan direkonstruksi penambahan merkuri ke atmosfer oleh manusia dengan menggunakan data historis dan model komputer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa emisi merkuri memuncak selama Amerika Utara melakukan penambangan besar besaran emas dan perak di akhir tahun 1800, tetapi mengalami penurunan di pertengahan abad ke 20, dan yang membuat lonjakan kenaikan adalah kontribusi dari pemakaian batubara. Mereka melaporkan Asia telah menyusul Eropa dan Amerika sebagai penyumbang terbesar merkuri. Data terakhir menunjukkan bahwa konstrasi merkuri di atmosfer menurun, dan ini bertolak belakang  dengan kesimpulan mereka dengan trus meningkatnya emisi.

Mengubah kondisi atmosfer mungkin merupakan tanggung jawab kita bersama, tetapi hal ini hanya dipahami dalam bentuk pengurangan merkuri dalam bentuk pembuangan barang seperti baterai dan termometer.hal ini tidak lah cukup, para peneliti memprediksi merkuri dilepaskan dari pertambangan dan bahan bakar yang telah dilakukan selama 2000 tahun.


Copied from : http://jurnalsecience.blogspot.com/2012/01/atmosfer-tercemah-oleh-merkuri.html#ixzz1jCUO4M9H
Under Creative Commons License: Attribution

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...